Uncategorized

Panglima TNI : Prestasi Dapat Diraih Melalui Latihan Terprogram Dan Konstruktif

Spread the love

Jakarta Timur, OMNews.com – Prestasi dapat diraih melalui latihan yang terprogram dan konstruktif, persiapan yang matang serta adanya koordinasi dan komunikasi yang solid diantara para pengurus.

Hal tersebut disampaikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., Ketua Umum PB FORKI dihadapan 70 orang peserta Rapat Pleno dan Halal Bihalal PB FORKI tahun 2019 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019).

Hadi mengatakan, dinamika kemajuan para atlet tidak bisa dilepaskan dari wadah atau organisasi yang merupakan instrumen dalam mewujudkan gagasan atau program yang telah ditetapkan. Menurutnya, Organisasilah yang dapat meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet yang bernaung di bawahnya.

“Kepada seluruh pengurus untuk membawa semangat kebersamaan dan semangat berprestasi guna mewujudkan Atlet-Atlet Karate Indonesia yang membanggakan pada kancah internasional,” imbuhnya.

Hadi menuturkan, pembinaan olahraga karate di Indonesia beberapa tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh prestasi atlet Indonesia di kancah internasional. “Prestasi itu hendaknya tidak membuat kita puas atau bahkan takabur,” katanya.

“Tantangan ke depan sudah menanti. Olimpiade Tokyo tahun 2020 menjadi target terdekat yang harus segera disikapi karena untuk pertama kalinya olahraga karate dipertandingkan dalam Olimpiade. Waktu yang tersisa sudah semakin dekat, sementara negara-negara lain sudah tentu tidak akan berdiam diri,” jelasnya.

Hadi mengingatkan, untuk mencetak atlet yang dapat bersaing di kancah dunia perlu adanya penyiapan yang bertahap dan berkesinambungan. “Diperlukan pengalaman dan kesempatan bertanding yang banyak disamping pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan para atlet,” ungkapnya.

“Seluruh atlet potensial yang telah memiliki rangking WKF maupun rangking AKF penting didorong untuk mengikuti semua kompetisi Internasional yang telah terjadwal, untuk mendapatkan tiket olimpiade Tokyo. “Hal ini harus menjadi prioritas dan perhatian kita bersama,” ucapnya.
(Red)

Editing : Samsul Arifin

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!