Uncategorized

Gabungan Unit I, II dan Polsek Bantur Berhasil Bekuk DPO Perusakan Hutan

Spread the love

OMnews

Oegickmedianews.com.Malang-Jatim, Jajaran Unit I, II polres Malang-Polda Jatim dan kanit reskrim bersama anggota polsek Bantur berhasil amankan tersangka DPO (Daftar Pencarian Orang) pelaku perusakan hutan lindung di kawasan hutan petak 102B RPH kecamatan Bantur kabupaten Malang-Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, SA (42) warga desa Bandungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, berhasil diamankan petugas di rumahnya, setelah buron beberapa pekan lalu.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung ,S.I.K., M.Si., melalui Kasubag Humas, AKP Ainun Djariyah SH., Minggu (28/7/2019) pukul 16.30 wib, via pesan tertulisnya mengatakan,
Tersangka SA berhasil diamankan gabungan Satreskrim polres Malang, setelah buron beberapa pekan.
AKP Ainun Djariyah SH., menerangkan kronologis penangkapan tersangka berawal pada kejadian (20/4/19), tersangka WI (DPO) menyuruh tersangka SA untuk mengangkut kayu di kawasan hutan petak 102B RPH Sumakul.

Pada saat itu dilakukan upaya untuk penangkapan, namun tersangka bersama WI (DPO) dan IS (DPO) berhasil melarikan diri ke Bangil Pasuruan.

Masih di keterangan Kasubag Humas,
Dalam penyergapan tersebut petugas berhasil mengamankan tersangka RU, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan tentang keberadaan tersangka, “alhasil” Minggu (28/7/19) sekira pukul 01.20 wib, petugas dapat menangkap tersangka SA, terang AKP Ainun Djariyah SH.

Dalam hal ini, petugas menjerat tersangka dengan sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf b dan huruf e Jo pasal 82 ayat 1 UU No 18 th 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, yang mengakibatkan kerugian dari pihak Perhutani sebesar Rp 28.663.620,- , bersamaan barang bukti yang sudah diamankan petugas pada penyergapan (20/4/19) yang nantinya akan memperberat tersangka di pengadilan, pungkas kasubag Humas.
(Lus)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!