Uncategorized

Polres Lumajang di Buat Ajang Selfie, Ada Apa..?

Spread the love

OMnews

Oegickmedianews.com-Lumajang-Jatim, Sejak beberapa hari yang lalu, Kapolres bersama personel dari Polres Lumajang disibukan dengan mendekorasi untuk membangun gapura di depan Mapolres Lumajang. Hal ini terkait dengan perayaan ke-74 tahun Indonesia merdeka.

Semua masyarakat yang melewati Polres Lumajang pasti menengok ke arah gapura. bahkan banyak masyarakat yang mampir sekedar berfoto dengan Icon Lumajang “Captain Cobra” yang dianggap sebagai superheronya Lumajang.

Suyono, warga kelurahan Rogotrunan Lumajang Kota yang sempat mengabadikan gapura tersebut bersama keluarganya kepada OMnews mengatakan, icon Tim Cobra menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya untuk berselfie ria.

“Tadi saya sudah lewat sini, tapi anak saya yang masih berumur 10 tahun merengek ingin foto di gapura Mapolres bersama patung Captain Cobra. Akhirnya saya memutari alun-alun dan berfoto bersama keluarga disini,” ungkapnya Jum’at (16/8/2019) kepada OMnews.

Selain itu, Anggi warga Kecamatan Rowokangkung memprediksi gapura ini akan menjadi spot selfie bagi kaum milenial Kabupaten Lumajang.

Sisi selatan Alun Alun Lumajang punya Pendopo Arya Wiraraja untuk dijadikan spot foto. “Saya yakin dengan berdirinya gapura ini lengkap dengan Tim Cobra nya akan membuat sisi utara menjadi spot foto baru bagi warga Lumajang,” tutup Anggi.

Prosesi Pembangunan Gapura ini dengan mengangkat tema “SDM unggul Indonesia maju,” dan secara kearifan lokal yang menampilkan Icon Tim Cobra Polres Lumajang.

Gapura setinggi 5 meter dan lebar 23 meter yang berada di pintu masuk Mapolres Lumajang benar benar terlihat dari segala sudut penjuru. Selain itu, gapura tersebut juga dihiasi lampu warna warni di malam hari sehingga semakin terlihat menarik bagi pengendara yang melewati sarang Cobra ini.
(Sul/red)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!