Uncategorized

Apresiasi Kapolres Terhadap Aksi Heroik Panjat Tiang Bendera Siswa SMA di Probolinggo

Spread the love

OMnews

Oegickmedianews.com – Probolinggo – Jatim, Kapolres Probolinggo berikan apresiasi kepada seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Probolinggo lantaran aksinya memanjat tiang untuk membetulkan bendera merah putih yang tersangkut akibat empasan angin saat upacara HUT Kemerdekaan RI ke 74, Sabtu (17/8/2019).

Kapolres Probolingga AKBP Eddwi Kurniyanto, SH., S.I.K., melalui Kasubag Humas IPTU Maskur Ansori SH., mengatakan, atas keberanian kedua pelajar yang memanjat tiang untuk membenarkan Bendera Merah putih dalam upacara Kemerdekaan RI ke 74 di halaman Kantor Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo secara langsung mendapatkan apresiasi langsung dari Kapolres. “Kedua pelajar ini merupakan penyelamat Bendera Merah Putih saat upacara kemerdekaan. Kami salut dan bangga kepada keduanya,” kata AKP Maskur Ansori SH., Selasa (20/8/2019) kepada OMnews.

“Kedua pelajar adalah Yudha Rizky (17), siswa Kelas XII SMAN 1 Dringu dan Firman Aditia Pradana (12) siswa kelas 6 SDN Kalisalam 1 (Satu).”

Di ketahui, Yudha Rizki, tak lain pelajar SMA 1 Dringu yang menjadi viral di media sosial dengan aksi yang dilakukannya di halaman Kantor Kecamatan Dringu.

Lebih jauh, Iptu Ansori menambahkan, “Aksi heroik itu terjadi Sabtu 17 Agustus 2019. Upacara mengemukakan itu, sebelum Yudha ada siswa Sekolah Dasar (SD) yang juga berupaya memanjat tiang. Namun usahanya gagal karena terlalu licin.

Mengetahui hal itu, Yudha menggantikannya memanjat tiang dengan lancar dan baik, hingga bendera berhasil dibetulkan.

“Siswa SMA itu (Yudha..red,) bergegas naik tanpa ada komando dan langsung memperbaiki bendera merah putih yang tersangkut dan berhasil. Tentu sangat membanggakan dengan aksinya,” Pungkas Mansur Ansori.
(Rahmat/5ul)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!