Uncategorized

Transaksi Sabu di Pinggir Jalan Slorok-Malang, Seorang Pria Diamankan Polisi

Spread the love

OMnews

Oegickmedianews.com-Malang-Jatim, SKR (48) seorang pria disalah satu bilangan Kabupaten Malang, hanya mampu tertunduk lesu ketika aksi melawan hukum yakni diduga kuat menyalahgunakan barang haram narkotika jenis sabu, berhasil diungkap aparat Polsek Kromengan-Polres Malang dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Pinggir jalan raya Slorok Desa Slorok Kecamatan Kromengan. Kabupaten Malang.

Warga desa Sumbergempol Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang (SKR) itu, kini hanya mampu meratapi nasibnya dibalik dinginnya terali besi Polisi dan tak mampu menikmati suasana bebas dalam waktu yang lama akibat perbuatannya yang melanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat ( 1 ) UU RI No. 35 tahun 2009.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, SIK, MSi, melalui Kasubag Humas, AKP Ainun Djariyah SH, Selasa (20/8/2019) melalui pesan tertulisnya kepada OMnews membenarkan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan SKR (48) yang diduga keras sebagai pengedar sabu dan meresahkan publik di wilayah hukumnya.

“Tersangka SKR (48) berhasil diamankan petugas, berkat pengembangan dari penyidikan oleh unit Reskrim polsek Kromengan-Polres Malang dalam pengembangan kasus narkotika jenis sabu di area jalan raya Slorok pada Senen (19/8) siang tadi, beserta BB berupa, 1 (satu) poket sabu dalam plastik klip transparan yang di bungkus atau dilinting dengan kertas kecil warna putih, 1 (satu) buah pipa kaca transparan dan 1( satu) buah hp nokia warna hitam dengan nomer sim card 082141xxxxx,” terangnya.

Selanjutnya sekira jam 14.15 wib, dilaksanakan penangkapan oleh petugas terhadap SKR berikut barang bukti di bawa ke mako Polsek Kromengan guna proses Penyidikan lebih lanjut, pungkasnya.
(Samsul)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!