Uncategorized

Selain Investasi Bodong, Umi Salma Juga Banyak Lakukan Penipuan

Spread the love

www.oegickmedianews.com – Lumajang – Jatim, Semakin berkembangnya Kasus Umi Salmah (51) warga Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang menjadi buah bibir di tengah – tengah masyarakat Indonesia. Betapa tidak, selain menjalankan investasi bodong puluhan tahun lamanya, Ia juga melakukan berbagai penipuan dengan berbagai modus terhadap para korbannya. Senin (26/8/2019).


Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, S.I.K., MH., MM., ke OMnews.com menyampaikan, kami akan menelusuri aset yang dimiliki oleh pelaku.


“Saya tidak langsung percaya dengan pengakuan tersangka yang mengatakam sudah tak memiliki aset sama sekali. Karena investasi bodong ini sudah berjalan puluhan tahun dengan total kerugian nasabah hingga puluhan milyar rupiah.” Ujarnya


Selain itu dirinya juga melakukan berbagai macam penipuan untuk mengeruk uang korban, ada indikasi pelaku ini menyimpan rapat asetnya disuatu tempat sehingga bisa di gunakan kemudian hari setelah keluar dari penjara. Tandas Arsal


Diketahui, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, S.I.K., MH., MM., menambahkan, sejauh ini rangkaian penipuan ‘Umi Salmah’ selain investasi bodong sebagai berikut :1). 9 mobil senilai 1,6 miliar di malang2). 5 sertifikat tanah dan bangunan (3 sertifikat sawah, 1 sertifikat rumah, 1 sertifikat gudang) senilai 4,5 miliar3).  1 sertifikat tanah berdirikan 3 bangunan rumah, BPKB 1 unit mobil avansa. BPKB 4 unit Bus senilai      1.8 miliar4. 1 sertifikat tanah rumah seharga 2 milyar (dibayar 800jt 5 bilyet giro kosong)
Masih kata Kapolres, Ddiperkirakan masih banyak korban lain yang masih belum melaporkan ke pihak kepolisian. Tim Cobra pun membuka posko pengaduan investasi bodong maupun pihak mana saja yang merasa dirugikan oleh Umi Salmah agar segera melaporkan ke posko tersebut.


Lebih jauh, AKP Hasran Cobra kasat reskrim Polres Lumajang juga menambahkan “Posko aduan penipuan (Umi Salmah..red,) kami persilahkan bagi masyarakat yang merasa dirugikan agar segera melaporkan ke Satreskrim Polres Lumajang.” Pungkas AKP Hasran Kepala Tim Cobra Polres Lumajang Kepada OMnews. (Rht/5UL)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!