Kabar polri Kriminal

Polres Malang Gelar Ungkap Kasus Pengedaran Obat Tanpa Ijin

Spread the love

OMnews, Kab.Malang – Jatim – Polres Malang melaksanakan kegiatan Press Release Ungkap Produksi Dan Atau Mengedarkan Obat-Obatan Tanpa Izin Edar oleh Sat Reskrim Polres Malang, Selasa (28/4/2020). Bertempat di Lobby Mapolres Malang.

Tampak hadir Kapolres Malang AKBP Hendri Umar S.I.K, M.H., Kasat Reskrim Akp Tiksnarto Andaru Rahutomo S.H., S.I.K., Kanit 3 Tipidsus Ipda Afrizal Haris Akbar, STrK., Kasubbag Humas Polres Malang Ipda Nining Husumawati, S.Kel., dan Personil Humas.

“Kegiatan ini adalah hasil ungkap jajaran Sat Reskrim Polres Malang secara live,” ujar Kasubbag Humas Polres Malang Ipda Nining Husumawati, S.Kel., kepada OMnews via pesan tertulisnya.

“Dua tersangka diamankan, BS (46) dan ZA (54) Tahun warga Kec. Gondanglegi Kab. Malang.”

Adapun barang bukti, diantaranya, BS berupa 14.000 (empat belas ribu) lembar kertas SIDO WARAS SAKIT GIGI, 4.500 (empat ribu lima ratus) lembar kertas bungkus obat SAKIT GIGI DAN GUSI BENGKAK, 1 (satu) buah benang roll, 3 (tiga) bungkus plastik, 50 (lima puluh) lembar kertas hanger SIDO WARAS SAKIT GIGI, 10.000 (sepuluh ribu) lembar kertas merk OBAT ASAM URAT SUPER, 1.200 (seribu dua ratus) lembar kertas merk OBAT ASAM URAT SUPER, 1.250 (seribu dua ratus lima puluh) lembar kertas hanger merk OBAT SAKIT GIGI DAN GUSI BENGKAK, 100 (seratus) lembar kertas GUSI BENGKAK dan 1 (satu) buah lampu minyak.

Sedangkan Barang bukti yang disita dari ZA, yaitu, 20.000 (dua puluh ribu) lembar kertas SIDOWARAS SAKIT GIGI, 5.500 (lima ribu lima ratus) lembar kertas bungkus OBAT SAKIT GIGI DAN GUSI BENGKAK, 1 (satu) buah Plong, 2 (dua) buah benang roll, 5 (lima) plastik untuk pembungkus obat, 200 (dua ratus) lembar kertas hanger SIDOWARAS SAKIT GIGI, 15.000 (lima belas ribu) lembar kertas merk OBAT ASAM URAT SUPER, 1.500 (seribu lima ratus) lembar kertas hanger merk OBAT ASAM URAT SUPER, 1.450 (seribu empat ratus lima puluh) lembar kertas hanger merk OBAT SAKIT GIGI DAN GUSI BENGKAK, 200 (dua ratus) lembar kertas GUSI BENGKAK, 1 (satu) buah lampu minyak dan 1 (satu) buah staples, urai Humas.

Selanjutnya untuk Barang bukti yang disita dari tempat percetakan berupa 28 (dua puluh delapan) plat film cetak ASAM URAT dan GUSI BENGKAK, tandasnya.

Kedua tersangka diamankan atas tuduhan Tindak Pidana telah mengedarkan Obat-Obatan Tanpa Izin Edar, perjelasnya.

Adapun TKP penangkapan tersangka yaitu, di rumah yang terletak di Desa Bulupitu Kec. Gondanglegi Kab. Malang, imbuhnya.

Untuk Modus Operandi Tersangka BS dan ZA, lanjut Humas, dimana para tersangka yang bukan merupakan dokter atau apoteker, membeli berbagai macam obat-obatan dari apotek kemudian mencampur dan mengemasnya jadi satu, dan menempelkan merk OBAT ASAM URAT, OBAT SAKIT GIGI dan GUSI BENGKAK.

“Obat-obat racikan tersebut kemudian diedarkan atau dijual kepada toko-toko kecil rumahan.”

Dari pantauan petugas, bahwa Tersangka BS dan ZA memproduksi obat-obatan tanpa izin edar merk ASAM URAT, SAKIT GIGI dan GUSI BENGKAK di rumah yang terletak di Ds. Bulupitu Kec. Gondanglegi Kab. Malang.

Kemudian oleh BS diedarkan di wilayah Kec. Gondanglegi Kec. Pagelaran, Kec. Gedangan dan Kec. Ampelgading.

Selanjutnya ZA mengedarkan meliputi wilayah Kec. Dampit, Kec. Sumbermanjingwetan, Kec. Poncokusumo dan Kec. Singosari, dengan harga masing-masing obat antara Rp. 12.000,- sampai Rp. 13.000,- per renteng (20 pcs).

Perlu diketahui, bahwa ZA menjalani profesi tersebut sejak tahun 2011, dengan cara mencontoh dari obat merk lain.

ZA untuk meracik obat tersebut, menanyakan ke apotek untuk mengetahui jenis obatnya.

Setelah diketahui jenis obatnya, kemudian ZA membeli jenis-jenis obat tersebut pada apotek lain.

Adapun jenis obat tersebut yaitu PARACETAMOL, DEXAMETAZON, CTM, BICARBONAZ, MOLACOT PACETIC, SAMPUFENAX dan PIL KLENTHENG.

Selanjutnya untuk kemasan obat ZA, memesan kepada tukang sablon yang berada di kota malang, kemudian untuk produski.

ZA mendasari pada rekapan pesanan dari toko-toko, dengan keuntungan rata-rata Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) – Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) dan produksi rata-rata 100 – 150 renteng per bulan.

BS menjalani profesi tersebut sejak tahun 2018, dengan cara belajar dari ZA.

Sedangkan untuk lokasi produksi yang sama dengan ZA. Dan untuk produksi mendasari pada rekapan pesanan dari toko-toko dengan keuntungan rata-rata Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) – Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) dan produksi rata-rata 100 – 120 renteng per bulan, pungkasnya.
(Red)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!