Budaya

Memperingati Hari Tari Sedunia Sanggar Arum Sari Menari 12 Jam di Rumah

Spread the love

OMnews – Banten – Bentuk pelaku seni untuk tetap berkarya di tengah pandeni covid-19, walau di berlakukannya Sosial Distancing bukan alasan bagi para pelaku seni untuk tidak berkarya .

Sejak ada wabah Corona kita semua di non aktifkan atau berdiam diri di rumah , kita berusaha ingin memberikan kepada teman – teman pelaku seni untuk belajar kreatif di rumah.

Kegiatan ini juga memperingati hari tari sedunia dan harapan kami yaitu suatu kebebasan tubuh dimana tubuh ini terkekang dirumah endang menghargai anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah, ada suatu ketegangan dalam tubuh.

Aktivitas yang tadinya bergerak terhenti begitu saja akhirnya tubuh ini bergerak tidak ingin ada keterkekangan dalam tubuh ini, tematik yang dibawa pada kali ini freedom of the body kegiatan dilakukan 12 jam di mulai jam 1 siang sampai jam 1 malam Di sanggar Arum Sari Cikondang Pandeglang Banten, Rabu (29/04/20).

Endang kepada pelaku seni mengatakan “Teman-teman bila ada waktu silahkan datang ke sanggar Arum Sari, banyak spot yang dapat di export nanti ini hanya sebatas pembukaan, ini akan mengangkat kaligrafer muda yang kita angkat seperti Acut akang, Muklis 120, Dadan Otoy dan saya sendiri akan menari,” ungkap Endang.

Endang juga berpesan di tengah pandemi Corona kepada pelaku seni, “Teguh lah bertahan dalam hidup ini, kita tidak ada pilihan lagi selain bersabar karena dari kesabaran ini, dengan wabah ini jangan sampai berhenti berkreatifitas di rumah.” imbuhnya

Samsudin atau akrap di panggil Acut sebagai Seniman Tari, ia menambahkan, Kegiatan yang kita lakukan adalah bentuk keresahan para penggiat seni selama dua bulan kita di rumah, urat-urat kita membeku di rumah mau keluar kita takut Corona ,kita butuh badan kita butuh Bergerak untuk menjaga kesehatan .

Harapan Acuy kepada para pelaku seni “Manfaatkan waktu berdiam diri di rumah untuk berkreativitas jangan sampai kita mengalami kebekuan dalam tubuh dan jiwa,” Ungkapnya.

Ditempat yang sama Mohamad Rohim menambahkan “Pemerintah harus memperhatikan pelaku seni karena yang terdampak oleh Vovid-19, banyak pelaku seni hilang mata pencahariannya karena Corona ,memang banyak di beberapa media dirjen kebudayaan Hilmar Farid bahwa akan memperhatikan para pelaku seni, Namun itu masih belum dirasakan oleh beberapa para pelaku seni di Pandeglang Banten .

“Pemerintah Kabupaten Pandeglang atau pemerintah pusat harus memberikan bantuan kepada pelaku seni agar seniman tetap bisa bertahan hidup di tengah-tengah virus Corona.” Pungkas Mohamad Rohim Penggiat Lingkungan .

Editor          : H7/BS/SM

Publish       : H7/RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!