News

Bantuan Covid-19 Tak Tepat Sasaran, Warga Manaruwi Saling Hujat di Medsos

Spread the love

OMnews – Pasuruan – Jatim,  Ditengah Pandemik Covid-19 di Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan tidak tepat sasaran. Warga menilai tak adilnya dalam pembagian sembako bantuan penanganan dampak COVID-19 di Dusun Lowok Desa Manaruwi Kecamatan Bangil yang nyatanya banyak warga benar-benar sangat membutuhkan tidak mendapatkan bagian bansos tersebut.

Menurut informasi dari warga Dusun lowok Desa Manaruwi Kecamatan Bangil bahwa pembagian sembako penanggulangan dampak COVID-19 dari Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan di rasa tak tepat sasaran karena masih banyak warga yang benar-benar membutuhkan tidak dapat merasakan bantuan sembako dari Dinas Sosial.

Sementara itu, dari keterangan Khomariayah salah satu warga Dusun Lowok RT.013 RW.04 Desa Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan kepada wartawan mengatakan saat mengantar warga yang memperoleh sembako bantuan Covid-19 di Kantor Desa Manaruwi melihat istri dari Ketua RT.013 ikut mengambil bantuan sembako, dan mengatakan kepada Khomariayah bahwa ibu Tutik istri Ketua RT.013 dapat 2 paket sembako sehingga timbul kecemburuan sosial bagi warga Lowok karena masih banyak warga Dusun Lowok yang dapat bantuan hingga ramai di Media Sosial sehingga penyaluran bantuan COVID-19 di Desa Manaruwi terkesan tebang pilih dan tidak adil.” Ungkapnya.

Penyampaian yang tak jelas oleh petugas itu membuat Khomariayah dengan ibu Tutik semakin memanas hingga tak luput saling caci melalui media WA dengan bahasa yang sangat pedas sehingga diketahui oleh Seno selaku Kepala Desa Manaruwi. Mengetahui hal itu kepala Desa mengambil tindakan dan segera memanggil kedua belah pihak antara ibu RT dan Khomariyah ke kantor Desa Manaruwi dan di mintai keterangan untuk upaya mediasi dan meluruskan persoalan mereka kembali. Rabu (24/6/2020).

Namun beda dengan keterangan semula Bahwa apa yang di katakan Khomariyah soal pembagian sembako warga terdampak COVID-19 yang tak adil tersebut hanya kesalah pahaman saja, misal ketua RT tak ikut mendata warga namun kenyataannya ikut mendapatkan paket sembako yang seharusnya milik Bu RT dan bukan milik bu RT. Sehingga Khomariyah serba salah dan harus mengakui kesalahannya.

Dilain pihak dalam penyampaian Seno selaku Kepala Desa Manaruwi mengatakan, adanya tumpang tindih tentang pembagian sembako serta bantuan tunai dari penanggulangan dampak COVID-19 tersebut karena menggunakan data lama yang sehingga terkesan tak adil dan tidak merata.” Pungkasnya

Editor      :Rh/Sm

Publish   : Rh/Fjr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!