Kriminal

Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Anak Dan Pengeroyokan Remaja Pandaan

Spread the love

OMnews – Pasuruan – Jatim, Upaya Polri untuk memberikan ke amanan dan kenyamanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Pasuruan, Satreskrim Mapolres Jajaran kembali ringkus enam dari tujuh pelaku tindak penculikan dan pengeroyokan terhadap seorang remaja asal Kecamatan Pandaan, Kab. Pasuruan. Terjadinya Kekerasan dipicu lantaran dendam terhadap korban yang dianggap kerap kali mengintimidasi adik dari salah seorang pelaku.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., SH., MH., mengatakan, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada hari Rabu 10 Juli 2020 yang lalu, tepatnya di bilangan pintu Exit Tol Randupitu, Gempol, Kab. Pasuruan.

Adapun pengeroyokan itu dialami oleh Geovani Adi Suryanto, remaja usia 17 tahun berasal dari Dusun Jogonalan, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan.

Korban diketahui mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah. Hingga sempat mengalami kritis selama sepekan.

Sebelum terjadinya pengeroyokan, korban diculik dan dibawa dengan menggunakan kendaraan R4 jenis sedan. Diperjalanan, korban juga juga dipukuli, dan sesampainya di Exit Tol Randupitu, korban pun telah ditunggu oleh sekawanan pelaku dan kembali dihajar secara brutal hingga megalami babak belur di sekujur tubuh korban.

“Dengan Berdasarkan identifikasi, terdapat tujuh pelaku dalam pengeroyokan tersebut. Adapun tujuh dari ke enam orang pelaku ini, enam orang pelaku kita amankan dan kita naikkan statusnya menjadi tersangka. Sedangkan satu rekannya masih DPO (Daftar Pencarian Orang) masih dalam pengejaran petugas,” kata Kapolres Pasuruan,  AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., SH., MH., dalam keterangan pers ke para awak media di Halaman Mapolres Pasuruan, Kamis (09/07/2020) siang.

Keenam pelaku itu di antaranya Dwi Kurniawan (19) Tahun, warga Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Muhammad Suparman (23) tahun, Kolek Budi Santoso (21) tahun, Lik Yofi (42) tahun, Makhfud (40) tahun, dan Muhammad Abidin (20) tahun, yang mana semuanya warga asal Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Masih kata Kapolres Pasuruan, pengeroyokan terhadap korban bermula adanya rasa sakit hati dan dendam dari pelaku (Dwi Kurniawan) yang tak lain merupakan saudara kakak kandung dari mantan pacar korban.

Pelaku merasa terusik lantaran korban tidak terima saat diputus oleh adik perempuanya tersebut. Geovani, yang disebutkan oleh pelaku, kerap kali datang ke rumahnya sambil marah – marah. Hingga ada ancaman akan meledakkan rumah pelaku dengan bondet.

“Pelaku ini jengkel dan terusik karena kerapkali rumahnya di datangi. Adik pelaku sering dilabrak, bahkan rumahnya beberapa kali dilempar batu, bahkan korban mengancam akan membondet rumah dan berani menantang rumah warga setempat,” papar Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., SH., MH.

Adapun dari tangan para tersangka itu, kami (Polisi..red) berhasil amankan sejumlah barbu (Barang bukti), yaitu satu unit mobil sedan, satu buah sajam jenis celurit, empat buah batu, tiga Handphone berikut jaket dan celana.

Dan atas perbuatan mereka itu, para pelaku kita kenakan pasal 80 ayat 2 subs pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara, subs pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara dan subs pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Pungkasnya

Editor       : Rh/Tm/Sm

Publish    : Rh/T~lo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!