Kabar TNI

Pangdivif 2 Kostrad Gelar Video Conference Bersama Jenderal Divisi Ke-25 Angkatan Darat AS

Spread the love

OMnews, Kab. Malang – Jatim, Selasa (13/10/2020), Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P, M.Si, M.Tr (Han), melaksanakan video conference bersama MG James B. Jarrard Komandan Jenderal Divisi Ke 25 Angkatan Darat Amerika Serikat bertempat di ruang Puskodal Madivif 2 Kostrad, Malang. Selasa (13/10).

Dalam video conference tersebut membahas tentang hubungan kerjasama yang telah terjalin antara Divif 2 Kostrad dan Divisi Ke 25 US Army, bentuk kerjasama tersebut diantaranya melalui kegiatan latihan bersama JRTC (Joint Readiness Training Centre) Rotation 21-01 yang saat ini sedang berlangsung di Folk-Louisiana Amerika Serikat, serta dalam waktu dekat ini pula direncanakan akan diselenggarakan latihan bersama yang akan dipusatkan di Yonif Para Raider 502 Kostrad.

Dalam hal ini, Pangdivif 2 Kostrad mengucapkan terima kasih kepada MG James B. Jarrard atas segala bentuk kerja sama yang telah terjalin antara Divif 2 Kostrad dan Divisi Ke 25 US Army, baik dalam pelaksanaan kegiatan JRTC Rotation 21-01 yang sedang berlangsung maupun rencana kegiatan latihan bersama yang akan digelar berikutnya.

“Melalui latihan bersama maupun kerja sama yang telah terbangun ini diharapkan dapat menjadi sarana dan kesempatan yang berharga bagi setiap prajurit dalam berbagi ilmu dan pengalaman serta mempererat tali persahabatan khususnya antara Divif 2 Kostrad dan Divisi Ke 25 US Army, sehingga diharapkan dapat semakin memperkokoh hubungan bilateral antara kedua negara guna terciptanya kerjasama yang lebih baik dimasa yang akan datang,” pungkas Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P, M.Si, M.Tr (Han).

(Sy4M)
Sumber : Pendiv2

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!