Menampilkan 7 Hasil
Budaya

Memperingati Hari Tari Sedunia Sanggar Arum Sari Menari 12 Jam di Rumah

OMnews – Banten – Bentuk pelaku seni untuk tetap berkarya di tengah pandeni covid-19, walau di berlakukannya Sosial Distancing bukan alasan bagi para pelaku seni untuk tidak berkarya . Sejak ada wabah Corona kita semua di non aktifkan atau berdiam diri di rumah , kita berusaha ingin memberikan kepada teman – teman pelaku seni untuk …

Budaya

Endang Sukandar, Pimpinan Saung Seni Cikondang Angkat Bicara Soal Corona dan Seni Kebudayaan

OMNews – Banten, Di Bidang Seni, Saung Seni Cikondang terletak jalan pandeglang serang yang cukup mumpuni pasalnya ada sejumlah kejuaraan di level Kabupaten, Provinsi hingga ke Tingkat Nasional sempat di partisipasi olehnya. Pimpinan Sanggar Saung Seni Cikondang , Endang Suhendar saat ditemui di sela-sela parade tari Nusantara , Seni Cikondang fokus kepada pementasan rampak bedug …

Budaya

Kadisdik Batu Bara: PPKD Merupakan Landasan Kebijakan Pembangunan Kebudayaan Daerah

OMnews – Jakarta, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kebudayaan di Grand Sahid Jaya Jakarta tanggal 26 sd. 29 February 2020. Pembukaan Rakornas Bidang Kebudayaan ini diikuti dan dihadiri oleh Dinas yang menangani atau yang membidangi Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten Kota seluruh Indonesia berjumlah 1.023 orang. …

Budaya

Di Pasuruan, Apel Kebangsaan dan Pembukaan Susbanpim Angkatan V di Gelar

OMnews – Pasuruan – Jatim, Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan ke V yang diselenggarakan di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan resmi dibuka, Senin (24/02/2020). Acara kaderisasi tertinggi dalam hirarki pengkaderan di Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) tersebut dibuka dengan di gelar Apel kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (SATKORNAS) Banser H. Alfa Isnaeni. …

Budaya

Lestarikan Budaya, Masyarakat Timor di Jakarta Akan Gelar Festival Budaya TTS

OMnews – Jakarta, Memasuki era digitalisasi 4.0 serta globalisasi, masyarakat dunia dihadapkan pada satu tantangan besar, yaitu perubahan yang sangat cepat, masif dan luar biasa yang tidak terhindarkan oleh siapa pun. 

Segala sesuatu mengalami perubahan yang begitu hebat, termasuk budaya dan kebiasaan-kebiasaan hidup manusia. Hal tersebut dituturkan oleh Kolonel TNI Simon kepada media yang tergabung dalam IMO-Indonesia, Jumat 10/01/20 sore di Jakarta.

Simon juga mengatakan, salah satu bagian yang sepertinya akan tereliminasi akibat arus gerakan perubahan global adalah budaya lokal dan kearifan lokal masyarakat adat.

Bahwasanya akan semakin banyak masyarakat lokal yang mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan 
hidup (kearifan lokal-red) masyarakat yang merupakan warisan leluhur selama ratusan tahun atau mungkin saja lebih. Ujar Simon.

Hal tersebut berdampak kepada kemunduran atau bahkan hilangnya peminat dan pengguna bahkan pelaku pengembang produk budaya lokal pun mulai dirasakan, uniknya hal ini tidak hanya terjadi di masyarakat urban, di desa pun sudah banyak masyarakat yang mulai meninggalkan penggunaan produk budayanya apalagi kegiatan pelesetarian budayanya. Imbuhnya.

Dan apabila dibiarkan Hal ini akan terus berlanjut dan ancamannya adalah mungkin saja produk budaya lokal warisan para leluhur akan hilang. Terang Simon

Maka dalam rangka mengantisipasi fenomena tersebut. Kami sebagai masyarakat diaspora asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS-NTT) yang saat ini bermukim di wilayah Jakarta dan sekitarnya mencoba untuk memulai melakukan gerakan pengembalian budaya lokal agar mendapatkan ruang di hati masyarakat. Ungkap Simon.

Adapun hal tersebut merupakan hasil diskusi antara para sesepuh, senior dan kalangan milenial TTS Jakarta, yang kemudian memunculkan konsepsi bersama agar gagasan ini dapat direalisasikan melalui kegiatan festival budaya yang Kami sebut sebagai Festival Budaya TTS yang akan diadakan pada Hari minggu 12 Januari 2020 dari pukul 09.00 WIb yang bertempat di Anjungan TMII.

Kegiatan festival tersebut merupakan manifestasi dari ide, gagasan dan konsep seluruh masyarakat diaspora di Jakarta yang rindu pada kampung halaman dan rindu pada eksistensi budaya masyarakat Dawan-TTS. 

Saat ditanyakan maksud dan tujuan kegiatan dari fersival budaya TTS tersebut Kepada Kolonel TNI Simon, bahwasanya semangat dari kegiatan festival ini adalah Menghadirkan budaya lokal di era global dan memperkenalkan budaya lokal TTS kepada masyarakat luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Serta menghadirkan spirit kecintaan pelestarian budaya pada masyarakat diaspora asal kabupaten TTS di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Festival TTS ini juga sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan kembali produk-produk budaya asli TTS yang mulai terlupakan dengan membangun komitmen bersama masyarakat diaspora dalam melesatarikan budaya lokal TTS. 

Adapun jenis kegiatan yang akan disuguhkan dalam acara tersebut meliputi penayangan Video Tron Promosi wisata dan budaya TTS, penampilan aneka tarian (bonet, maekat, dansa), pameran pembuatan tenus TTS, pameran kuliner khas TTS, fashion show pakaian adat TTS, Prosesi peminangan, pembuatan jagung bose, serta Tradisi Oko Mama dan seterusnya, pungkas Simon. (H7/*)

Budaya

Kapolres dan Wawali Kota Batu Tinjau Lokasi Penemuan Situs Kuno di Desa Pendem

OMnews – Batu – Jatim, Usai menghadiri apel siaga bencana di Coban Talun, Desa Tulungrejo. Kapolres bersama Wawali mengunjungi lokasi situs temuan warga di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Jumat (20/12/2019).

Situs diduga merupakan bangunan kunoberupa candi. Sementara itu, di lokasi di temukan situs hadir Camat Junrejo didampingi kepala Desa Pendem beserta para tokoh dan Masyarakat setempat.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama, S.I.K., ,M.I.K., dalam penyampaiannya mengatakan “Terkait dengan pengamanan melalui Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, turut mendukung dan mensuport program pemerintah kota batu dan kita sama – sama menjaga situs bersejarah ini agar tidak di rusak, dan kita yakin dengan hasil yang di temukan ini bisa membantu kemajuan untuk masyarakat sekitar dengan adanya kunjungan dari para wisatawan yang ingin menyaksikan bangunan bersejarah tersebut,” ujarnya.

Dilokasi yang sama Wawali Kota Batu Ir Punjul Santoso, SH., MM., menyampaikan “Hari ini kita dari Forkopimda hadir menyaksikan dengan mata kepala sendiri tentang penemuan situs ini, dan setelah kita berkordinasi dengan balai BPCB Trowulan bahwa Situs ini di pastikan dari  peninggalan dari kerajaan Singosari. Kita dari pemerintah daerah harus melestarikannya dan ini wajib hukumnya. Apa bila dari hasil temuan situs ini diperlukan untuk pembebasan tanah ini maka akan kita anggarkan,” ujar Wawali Kota Batu.

Forkopimda merasa berterimakasih kepada warga dan Kepala Desa yang semula berniat untuk menanam pohon di atas tanah wakaf ini.

“Awalnya warga menggali tanah dengan kedalaman 2 meter dan menemukan ada batu bata yang sangat besar kemudian galian di hentikan dan melaporkan ke BPCB Trowulan perwakilan Kota Malang raya,” kata Punjul

Sementara dari hasil penelitian BPCB perwakilan Malang raya menyimpulkan, dari hasil temuan situs tersebut dengan struktur dan bangunan kuno itu diduga  berasal dari peninggalan masa kerajaan Singosari. Bila dilihat dari bentuk batu bata yang besar yang biasa di temui dari peningglan kerajaan Majapahit. Tetapi hari ini semenjak pertama ditemukan pada bulan November dan sampai sekarang sudah mulai nampak jelas bahwa ini adalah bangunan peninggalan kerajaan Singosari. Jadi lebih tua dari bangunan kerajaan Majapahit. Paparnya

Meski demikian BPCB tetap akan menurunkan ahli arkeolog untuk melakukan penyurvean situs.

“Jika membutuhkan evakuasi tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.” Ujar Hariyoto koordinator BPCB Trowulan di Malang raya (Riff/H7/John)

Budaya

Ribuan Umat Muslim Padati Masjid Jami di Kota Pasuruan

OMnews – Kota Pasuruan – Jatim, Suasana malam hari di halaman hingga di depan Masjid Jami’ Al Anwar Kota Pasuruan, dipenuhi ribuan umat Muslim. Mereka menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ada juga yang melakukan tak’ziah ke makam KH. Abd Hamid yang makamnya terletak di belakang Masjid, Sabtu (09/11/2019) dini hari.

Nampak berbagai pengunjung yang hadir datang berbondong-bondong memadati Masjid Jami’ Al Anwar Kota Pasuruan, baik warga seputaran kota maupun Kabupaten Pasuruan Tak sedikit pula banyak yang hadir dari luar kota Pasuruan.

Hadi (39) warga Desa Tongas Kabupaten Probolinggo, menuturkan, dirinya mengikuti acara ini karena ingin mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW. Dia juga mengikuti tradisi tahunan yakni ngala berkah (Berharap Keberkahan).

“Setiap momen malam Maulid Nabi Mughammad SWA setiap tahunnya kami datang ke Masjid Jami’ Kota Pasuruan untuk mengharapkan berkah bersama-sama keluarga, selain momen Maulid Nabi, kita juga berziarah ke makam KH. Abd Hamid,” tuturnya.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, saya mengajak keluarga ada juga para tetangga ikut dalam rombongan untuk sama-sama berdoa di sini agar senantiasa kita sekeluarga mendapatkan keberkahan dan perlindungan Allah SWT. Pungkasnya (Riff/H7)

error: Content is protected !!