Uncategorized

81 Orang Terduga Kerusuhan Buton Dibawa ke Kendari

Spread the love

HomeNewsPeristiwa

Kendari.Oegickmedianews.com – Polda Sulawesi Tenggara mengamankan 81 terduga perusuh Buton di wilayah Desa Sampuabalo, Sabtu (8/6/2019).

Selain mengamankan para pelaku kerusuhan Buton, aparat juga mengamankan senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku saat terjadi kerusuhan. Polisi menyita parang dan busur panah milik para pelaku.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart mengatakan, saat ini para pelaku sudah dalam penjagaan Polda Sultra dan pasukan khusus yang sudah diterjunkan untuk mengamankan lokasi kerusuhan.

“Mereka akan diseberangkan menuju Kota Kendari dan dibawa di Polda Sultra oleh anggota melalui jalur laut,” ujar Harry Goldenhart.

Harry menambahkan para pelaku dibawa ke Kota Kendari untuk memastikan keamanan mereka. Selain itu, para pelaku masih akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana peran mereka saat kerusuhan yang sudah memakan korban jiwa.

“Anggota tetap berjaga di lokasi. Situasi sudah kondusif, namun anggota tetap melakukan penjagaan maksimal sampai ada arahan selanjutnya,” tambahnya.

Saat ini, ada 317 orang anggota Polda Sultra dibantu personel Polres Buton yang mengamankan Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo.

Raider TNI AD Turun Tangan

Raider TNI AD Turun Tangan
Sebanyak 50 orang pasukan Raider 700 TNI AD asal Makassar Sulawesi Selatan, dikirimkan khusus untuk membantu pengamanan di wilayah kerusuhan Desa Sampuabalo dan Gunung Jaya Kabupaten Buton. Personel sebanyak ini mulai bertugas sejak Jumat 7 Juni 2019.

Tim Raider tiba di Buton dengan menggunakan dua unit kapal, KRI Terapang dan Mamuju. Tim yang bersenjata lengkap langsung menuju lokasi kerusuhan.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Baubau Letda Laut Andi Heri mengatakan, tim akan membantu pengamanan sejumlah anggota TNI dan Polri yang sudah berada di lokasi. Dengan turunnya tim khusus ini, diharapkan upaya pemulihan keamanan bisa dilakukan dengan segera.

“Penjagaan akan diperluas, tim akan bersiaga bersama Polri dan pemerintah untuk membantu pengamanan,” ujar Andi Heri.

Tugas lainnya, pasukan asal Makassar ini akan membantu membangun kembali sejumlah rumah dan bangunan yang rusak karena kerusuhan. Pasukan TNI akan bekerjasama dengan Pemda Buton untuk memulihkan situasi.
(Red)

Sumber : Liputan6.com

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!