Uncategorized

Gelar Halal Bihalal Yonif Para Raider 503 Divif 2 Kostrad Bersama Polres Mojokerto

Spread the love

Mojokerto.OMNews.com – Dalam rangka meningkatkan senergitas dan solidaritas dalam menjaga keutuhan NKRI, Yonif Para Raider 503 Divif 2 Kostrad menggelar acara halal bihalal Hari Raya Idul Fitri 1440 H, tahun 2019 bersama Polres Mojokerto yang bertempat di Lapangan 1 dan diikuti oleh segenap prajurit Dpp Danyonif Mayor Inf Hadrianus Yossy S.B. S.I.Pem.,M.Han., Mojokerto, Selasa (11/6).

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo K Heriyatno dalam sambutannya mengatakan TNI dan Polri selaku penegak hukum dan penjaga Kamtibas di Kota Tangerang berharap bisa saling mengisi dalam menjaga keamanan wilayah dan jangan mau di adu domba oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu.

“Dinamika pasca Pemilu kemarin cukup menyita perhatian kita semua, maka pada hari ini saya sangat berharap besar TNI-Polri dapat menjaga keamanan wilayah kita ini agar tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Sementara itu, Danyonif Para Raider 503 Divif 2 Kostrad Mayor Inf Hadrianus Yossy S.B. S.I.Pem.,M.Han juga berharap dengan kegiatan semacam ini bisa mempererat silaturahmi antara TNI-Polri sehingga menumbuhkan sinergitas dalam kebersamaan dan persahabatan dalam rangka mendukung tugas dalam menjaga ketertiban, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapolres Mojokerto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Danyonif yang telah menggelar dan memfasilitasi acara halal bihalal TNI-Polri pada Hari Raya Idul Fitri 1440H.

Beliau juga mengatakan soliditas dan kerjasama yang sudah terjalin dengan harmonis selama ini TNI-Polri di Kabupaten Mojokerto ini hendaknya jangan luntur dan harus lebih ditingkatkan. Kegiatan ini juga sebagai bukti bahwa TNI-Polri selalu bersinergis dalam setiap kegiatan apapun dan kapanpun.

Usai apel pagi, acara dilanjutkan dengan halal bihalal dan makan bersama serta hiburan. Prajurit TNI-Polri terlihat sangat antusias serta kompak pada acara ini. Acara ini berlangsung dengan aman dan lancar.
(Sul/Red)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!