Uncategorized

Tokoh Sendang Biru “Tolak Ajakan Kekerasan” Terkait Sengketa Pilpres 2019

Spread the love

Malang.OMNews.com – Masyarakat mulai resah dengan pemberitaan yang saling menyudutkan di antara pihak yang mendukung para calon presiden, terlebih lagi dengan situasi politik di dalam negeri yang memanas, menjelang sengketa Pilpres 2019, yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan salah satu dari pasangan Capres dan Cawapres, terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).Hal itu menyebabkan, Tokoh daerah atau Ketua Nelayan Sendang biru, Budi Ismiyanto angkat bicara,”Saya menolak dan menentang dengan keras, tentang ajakan provokasi yang mengarah tentang tindak kekerasan,” tuturnya, Selasa (11/6/19), kepada OMNews.com.”Tindakan Apapun bentuknya, yang mengarah ke tindak kekerasan saya tidak setuju,” dan “Saya mencintai kedaulatan dan keutuhan NKRI, dari pada perpecahan,” terangnya.Terkait sengketa hasil pemilu 2019, yang sekarang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK), karena gugatan dari salah satu pasangan Capres dan Cawapres, terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU), “saya percaya dengan hasil yang ada,” tuturnya.”Masyarakat kecil sekarang, hanya membutuhkan kedamaian dan ketenangan, bukan kekerasan,” tandasnya.Saya ucapkan terimakasih kepada TNI-Polri yang sudah melaksanakan pengamanan demi terciptanya masyarakat yang tentram, sehingga kami rakyat kecil dapat melaksanakan kehidupan yang aman, pungkasnya mengakhiri wawancara.(Samsul Arifin)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!