Uncategorized

“Tolak Kekerasan,” Tokoh Kesenian Tumpang Lebih Mengutamakan Persatuan

Spread the love

Malang.OMNews.com – Terkait dengan adanya gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi (MK), sejumlah tokoh Kesenian Tumpang, kabupaten Malang, menegaskan untuk menolak segala bentuk aksi kerusuhan.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh kesenian kecamatan Tumpang, Supardi, warga dusun Kemulan, Desa Tulusbesar, Kec. Tumpang, Kab.Malang, yang memiliki Masa (-+) 600 Orang, Rabu (12/6).
Dirinya bersama masyarakat Tumpang khususnya, mengecam keras apabila ada rangkaian aksi-aksi yang berpotensi pada kerusuhan saat berjalannya proses persidangan di MK, karena hanya akan merugikan masyarakat.

“Apapun keputusan MK dalam menyelesaikan perselisihan hasil Pemilu Pilpres 2019 Nanti, siapapun yang di nyatakan menang, itu merupakan hasil Pilihan Rakyat Indonesia,” tuturnya.

Saya mengucapkan terimakasih kepada TNI-Polri, yang dimana sudah menjaga, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
” Hidup TNI-Polri,” tegasnya.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan yang mengedepankan keutuhan NKRI,” tutupnya.
(Samsul)

_

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!