Uncategorized

Ops Ketupat Berhasil, Bupati Sanusi Apresiasi Kapolres Malang

Spread the love

Malang, OMNews.com – PLT Bupati kabupaten Malang,
H.Moh.Sanusi, memberikan apresiasi kepada Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ,S.I.K., M.Si., dan jajarannya. Karena selama kepemimpinannya, tahun ini, di wilayah Kabupaten Malang, angka kecelakaan turun dan situasi keamanan selama bulan Suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan besar lainnya, khususnya atas keberhasilan Ops.Ketupat 2019.

Hal tersebut disampaikan PLT Bupati kabupaten Malang,
H.Moh.Sanusi, disela sela aktifitas kerjanya di Kantor Bupati Malang, Rabu (12/6/19).

Pada kesempatan itu, PLT Bupati kabupaten Malang,
H.Moh.Sanusi, memberikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ,S.I.K., M.Si., beserta jajarannya, yang telah bekerjasama dengan jajaran pemerintahan kabupaten Malang dan TNI serta steak holder yang lain, dalam pengamanan lebaran di kabupaten Malang, sehingga situasi terasa aman. Tidak ada kriminalitas dan gangguan lalu lintas, tuturnya.

Mayarakat merasakan kenyamanan dengan adanya Tol Malang-Panda’an yang telah diresmikan oleh Presiden beberapa waktu yang lalu, ” sangat-lah bermamfa’at bagi masyarakat kabupaten Malang dalam rangka mengurangi kemacetan di kabupaten Malang,” ungkapnya.

Sanusi menambahkan,
“Dulu sebelum ada tol, ada kemacetan perjalanan, sehingga Surabaya-Malang ditempuh 3 jam.” Dan sekarang kurang dari 1 jam, Surabaya-Malang, sudah dapat ditempuh, tambah keterangannya.

Hal itu berdampak kelancaran terhadap arus lalu lintas, dan mengurangi angka kecelakaan khususnya dikabupaten Malang.

Dan mudah mudahan, kegiatan Ops.Ketupat terus dijalankan oleh kapolres Malang, karena dampak mamfaatnya membuat masyarakat Malang yang aman dan nyaman, pungkasnya.
(SUL)

Editing : Samsul Arifin

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!