Uncategorized

“Sengketa Pilpres,” Tokoh Agama Tumpang Tolak Kekerasan

Spread the love

Malang, OMNews.com – Masyarakat mulai resah dengan pemberitaan yang saling menyudutkan di antara pihak yang mendukung para calon presiden, terlebih lagi dengan situasi politik di dalam negeri yang memanas, menjelang sengketa Pilpres 2019, yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan salah satu dari pasangan Capres dan Cawapres, terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal itu menyebabkan, Tokoh Agama atau Tokoh lainnnya angkat bicara guna meredakan kepanikan masyarakat. Seperti halnya, tokoh agama dari kecamatan Tumpang, H. Juriono, warga dusun Swaru Desa Duwetkrajan Kec. Tumpang, Kab.Malang yang memiliki Masa -+ 500 Orang, angkat bicara dan mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga kecamatan Tumpang, diharap turut serta dalam menciptakan Harkamtibmas di wilayahnya masing – masing, agar situasi wilayah aman, tertib dan kondusif, “tidak usah menanggapi ajakan provokatif yang merugikan keutuhan persatuan NKRI,” tuturnya, Kamis (13/6/19).

Pemilu 2019 sudah terlaksana dengan jujur dan adil. “Apapun keputusan MK dalam menyelesaikan perselisihan hasil Pemilu Pilpres 2019 Nanti, siapapun yang di nyatakan menang, itu merupakan hasil Pilihan Rakyat Indonesia,” tambahnya.

Saya ucapkan terimakasih kepada TNI-Polri yang sudah melaksanakan pengamanan demi terciptanya masyarakat yang tentram, sehingga kami rakyat kecil dapat melaksanakan kehidupan yang aman, pungkasnya mengakhiri wawancara.(Sul)

Editing : Samsul Arifin

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!