Uncategorized

Penipu Berhati Keji Akhirnya Masuk Dalam Jeruji Besi

Spread the love

Langsa, OMNews.com -Joni AR (42) dibekuk oleh Kanit Reskrim Polsek Langsa Barat Ipda Syaifudin dan Bripka M. Junita, SH (Bhabinkamtibmas) pada Rabu (12-06-2019) lalu, yang bertempat di Desa Tualang Tengoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Kamis (13-06-2019).

Penipu berhati keji itu dibekuk oleh personel Polsek Langsa Barat dalam kasus penipuan bermodus akan memberikan sumbangan, seperti hal nya Syamsul Bakri (50) warga Dusun Tani Jaya, Gampong Bireum Rayeuk, Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur sedang berduka karena istrinya baru saja meninggal. Tapi jangankan berempati, Joni AR ini justru tega mencuri sepeda motor milik Syamsul, dengan cara seolah-olah dia ingin membantu Syamsul dengan menyumbangkan 30 sak beras.

Kapolsek Langsa Barat Iptu Jamaluddin Nasution mengatakan bahwa, peristiwa itu terjadi pada Senin 10 Juni 2019 lalu. Yang mana korban ini baru saja memberangkatkan jenazah istrinya ke Desa Pasir Puteh, Kec. Peureulak Kota, Kab. Aceh Timur. Tiba-tiba pelaku datang ke rumah duka di Gampong Bireum Rayeuk, Aceh Timur, akan menyumbangkan 30 sak beras.

Sementara Kamisna (42), salah satu keluarga korban yang saat itu menunggu rumah, diajak oleh pelaku tersebut untuk mengambil beras di Toko Grosir Batu Muda, Desa Paya Bujok Seuleumak, Kec. Langsa Baro, Kota Langsa, ” jelasnya lagi.

Mereka pun pergi menggunakan sepeda motor milik Syamsul. Sesampainya di sana, pelaku menyuruh pemilik grosir untuk mengeluarkan 30 sak beras yang seolah-olah akan dibelinya. Pelaku pun mengatakan kepada Kasminah ingin mencari becak untuk mengangkut beras itu.

Dia membawa sepeda motor Yamaha Mio Soul GT BL 6368 DAL milik korban. Saat itu lah pelaku membawa kabur sepeda motor korban. Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan mencari tahu identitas pelaku, “katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa lebih dari 2 korban di wilayah Kota Langsa dan Aceh Timur yang telah menjadi korban oleh pelaku ini. Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan dipolsek langsa barat, guna penyelidikan lebih lanjut, tandasnya.
(Red)

Editing : Samsul Arifin

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!