Uncategorized

Polsek Donomulyo Temukan Kerangka Mayat Mr X, Di Hutan Kondang Guntung

Spread the love

Malang, OMNews.com – Polsek Donomulyo telah temukan mayat seseorang (Mr. X) tinggal kerangka di hutan sebelah barat pantai wisata pasir panjang Ngliyep Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Sabtu (15/6), pukul 11.00 wib.

Adapun kronologi kejadian menurut saksi Widi (35), warga Tempursari, Kab.Malang, sedang mencari rumput di TKP, kemudian melihat ada mayat yang sudah tinggal tulang belulang manusia, selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke warga dan meneruskan ke petugas kepolisian Donomulyo.

Sementara itu Kapolsek Donomulyo, AKP Gianto, melakui Panit Humas AIPDA Suwito, membenarkan atas kejadian tersebut.

Dengan Dasar LP/24/VI/2019/Jatim/Polres Malang/Polsek Donomulyo, tanggal : 15 -06- 2019, tentang penemuan mayat (tulang manusia) di hutan, anggota polsek Donomulyo diantaranya,
IPDA M. Arif Karnawan ( Kanit Reskrim ), AIPDA Suwito, BRIPKA Murbito, SERTU Agus Nuriyanto, BRIPDA Ilham Akbar, dibantu TIM SAR Pantai wisata Ngliyep, melakukan olah TKP, tutur Suwito.

Lanjut tambahnya, anggota Polsek Donomumyo dibantu warga mengevakuasi mayat tersebut. Selanjutnya jenazah mayat Mr.X berupa tulang manusia tersebut, di bawa ke RSSA Malang untuk dimintakan VER dan di lakukan Otopsi, tambahnya.

Adapun lokasi kejadian, tepatnya Hutan Kondang Guntung sebelah barat pantai pasir panjang Ngliyep Desa Donomulyo, Kec. Donomulyo, Kab. Malang, pungkasnya singkat.
(Samsul Arifin)

Editing : Samsul Arifin

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!