Uncategorized

Kapolres Malang Hadiri Peresmian Gedung Unira Malang

Spread the love

Malang, OMNews – Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ,S.I.K., M.Si., mengadiri peresmian Gedung Unira Malang (Universitas Islam Raden Rahmat), oleh Ketua PWNU Jawa Timur , KH Marzuki Mustamar, yang diberi nama KH M Tolchah Hasan, Rabu (19/6/2019).

Dalam Peresmian gedung tersebut, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh KH Marzuki Mustamar.

Hadir dalam kegiatan, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ,S.I.K., M.Si., Plt Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM, Ketua MUI Kabupaten Malang, KH Fadhol Hija Malang, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Rektor Unira Malang, Peta Dr Hasan Abadi dan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, H Ali Ahmad ( Gus Ali).

Selain peresmian gedung, juga diadakan silaturahmi serta halal bihalal keluarga besar PCNU Kabupaten Malang dan Badan Otonom (Banom) PCNU Kabupaten Malang.

Sementara itu, KH Marzuki Mustamar dalam sambutannya mengatakan,
KH Tolchah Hasan merupakan sosok yang penting dalam pendidikan di Kabupaten Malang.

“Beliau merupakan pakar pendidikan dan pencetak kader-kader, yang luar biasa,” tambahnya.

Almarhum KH Tolchah Hasan, baru saja berpulang ke Rahmatullah, “telah banyak Darmabakti beliau pada bidang pendidikan di Kabupaten Malang, atau bangsa Indonesia.” Namanya pantas di abadikan melalui nama gedung di Unira ini,” ungkapnya

Sementara itu, Rektor Unira Malang, Dr Hasan MAp menjelaskan awal mula gedung tersebut diberi nama Gedung KH Tolchah Hasan.

Menurutnya, pada saat KH Tolchah Hasan Masih hidup, pihaknya pernah mengajukan namanya untuk digunakan sebagai nama gedung tersebut.

“Saat itu beliau enteng aja menjawabnya. Aku masih hidup, apa iya gedungnya dinamakan orang yang masih hidup,” tuturnya.

Namun, ketika KH Tolchah Hasan sudah wafat kata dia, maka sudah sepantasnya gedung tersebut dinamakan gedung KH Tolchah Hasan.

“Kita ingin pemikiran dari KH Tolchah Hasan di Implementasikan, serta diwujudkan melalui gedung ini, tandasnya.

Selanjutnya, Dr Hasan Abadi MAp juga berterimakasih kepada Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar yang telah meresmikan Gedung KH Tolchah Hasan di Unira Malang.
(Mar/red)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!