Uncategorized

Prajurit Yonif Raider 509/Divif 2 Kostrad Gelar Komunikasi Di Bidang Perhubungan

Spread the love

Jember, OMnews (Oegickmedianews.com) – Peleton Perhubungan (Tonkom) Yonif Raider 509 Kostrad yang akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua New Guniea telah mempersiapkan diri khususnya dalam bidang perhubungan (Pengamanan komunikasi).

Hal ini ditunjukkan dengan pelaksanaan Pratugas dengan Menggelar Bidang komunikasi Dari mulai Radio HF, VHF, dan UHF, kepada seluruh prajurit yang akan melaksanakan tugas sebagai pengetahuan khususnya bidang Perhubungan. Kegiatan tersebut berlangsung di masing-masing pos dan didaerah latihan pratugas yang tersebar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (26/6).

Dalam pelaksanaan pemberian Aplikasi bidang Perhubungan di antaranya adalah Pengamanan Fisik yang meliputi Penjagaan, penyamaran, perlindungan instalasi perhubungan secara ketat agar aman dari peninjauan, penembakan dan serbuan lawan.

Selain itu juga diberikan pengetahuan tentang Pengamanan Transmisi yang meliputi Disiplin penggunaan jaring komunikasi, nama panggilan, penggunaan alokasi Frekwensi dan jadwal sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemberian materi tersebut berdasarkan protap bidang perhubungan Kapota Yudha yang di sampaikan oleh Letda Chb Muntaha. Dalam menentukan penggelaran Komunikasi tersebut masing-masing pos mumpunyai tugas fungsional bekerja dalam mendukung tugas pokok dan sarana komunikasi Kodal.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letkol Inf Wira Muharromah, S.H., Psc. menyampaikan “Pemberian aplikasi ini sangat penting guna mendukung kegiatan dukungan perhubungan, sehingga dapat memenuhi kodal satuan satgas yang akan bertugas dalam Satgas Yonif R 509 Pamtas RI – PNG, Pemberian aplikasi lapangan dalam bidang komunikasi bertujuan untuk pembekalan secara teknis yang dilaksanakan oleh prajurit satgas baik, karena kendala dan hambatan bisa di atasi sesuai dengan tanggung jawabnya di bidang perhubungan,” tuturnya.

“Diharapkan usai melaksanakan penggelaran bidang perhubungan para prajurit bisa mengaplikasikan dimedan tugas nantinya,” imbuhnya.

Dengan pengetahuan tentang Sistem komunikasi, diharapkan prajurit yang melaksanakan tugas bidang tersebut menjadi prajurit yang handal dan terlatih.

(Red)

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!