Uncategorized

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 600/Modang Amankan Truk Bermuatan Ilegal

Spread the love

Samarinda, OMnews
Baru saja bertugas 4 hari di Perbatasan, para Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif Raider 600/Modang telah berhasil mengamankan truck dengan muatan pakaian bekas dan karpet dari negara tetangga Malasyia yang tidak di lengkapi dokumen resmi, Rabu (10/719).

Proses pengamanan berawal dari kecurigaan Personel yang bertugas di pos Salang terhadap Truck jenis Roda 6 dengan kapasitas muatan 16 Ton yang melintas di depan Pos, sekitar pukul 23.00 WITA.

Setelah di berhentikan dan di adakan pemeriksaan oleh Danpos Letnan Dua Infanteri Masrianto ternyata sang pengemudi tidak dapat menunjukan surat dan dokumen resmi tentang muatan truck tersebut.

Kemudian setelah lebih lanjut dilakukan pemeriksaan ternyata truck tersebut bermuatan pakaian bekas sejumlah 199 Bal dan karpet yang berasal dari daerah Malaysia.

Terkait pengamanan ini para Prajurit Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang yang bertugas telah melaporkan kepada Komandan SSK 3 Kapten Inf Adi Setiadi Nugroho untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Pos Tembalang.

Setelah di lakukan pemeriksaan kepada pengemudi kendaraan tersebut di dapatkan informasi bahwa barang-barang tersebut rencananya akan dibawa menuju Kota Balikpapan.

Sementara itu Kapendam VI/Mulawarman (Mlw) Kolonel Kav Dino Martino menerangkan, untuk saat ini Kendaraan jenis truck beserta pengemudi masih di amankan di Pos Tembalang untuk nantinya segera di serahkan kepada pihak yang berwenang dari Kepolisian dan Bea Cukai setempat.

Hal ini merupakan suatu keberhasilan yang berharga dan juga wujud tindakan nyata bahwa keberadaan Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif Raider 600/Modang terbukti memberikan efek tangkal dari tindakan-tindakan yang merugikan NKRI,” Terang Kolonel Kav Dino Martino, Kamis (11/7/19).

(Sumber Penrem 091/ASN/red)

News pos

Tentang Penulis

UU Pers No.40 Tahun 1999

Pasal 4 ayat (3) : Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, "
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."

PT.PAGAK MEDIA-Oegick Production Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!